SEARCH

Most Wanted:

........................................................................................................................................................... Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. ........................................................................................................................................................... ...Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami...

Friday, March 19, 2010

Eshu al Barra ♥ ♡

Al-Barra’ bin Malik Al-Anshari

Rambutnya kusut dan berdebu, tubuhnya kurus dan tulang-tulang menonjol, kerempeng dan kulitnya cukup hitam. Orang memandang leceh kepadanya dan segan bertemu dengan dia. Tetapi walaupun begitu, dia telah membuktikan keberaniannya sanggup menewaskan ratusan orang musyrik dalam beberapa kali perang tanding satu lawan satu. Belum termasuk yang ditewaskannya dalam perang berkecamuk.

Sesungguhnya dia pemberani yang pantang mundur. Khalifah umar bin Khattab pernah menulis surat kepada para panglima, supaya tidak mengangkat Al-Barra’ bin Malik menjadi komandan pasukan, karena dikhawatirkan dengan keberaniannya yang luar biasa itu akan membahayakan bagi tentara muslimin.

Al-Barra’ bin Malik adalah saudara kandung Anas bin Malik, khadam Rasulullah. Seandainya diceritakan kisah kepahlawanan Al-Barra’ semuanya, sudah tentu akan menghabiskan halaman yang banyak. Karena itu kita cukupkan sebuah kisah saja, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kisah kepahlawanannya.

Kisah ini terjadi tidak berapa lama sesudah Rasulullah wafat, yaitu ketika beberapa kabilah Arab murtad dari agama Islam secara beramai-ramai, sebagaimana tadinya mereka masuk Islam beramai-ramai. Akhirnya tinggal dalam Islam hanyalah para penduduk Makkah, Madinah, Thaif, dan beberapa kelompok yang terpencar-pencar di sana sini. Mereka orang-orang yang teguh dan mantap imannya.

Khalifah Abu Bakar menghendaki agar ancaman terhadap eksistensi Islam ditanggulangi sampai tuntas. Maka dibentuknya sebelas pasukan tentara, terdiri dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Lalu dikirimnya ke seluruh jazirah Arab, untuk mengembalikan orang-orang yang murtad dan atau memerangi siapa yang membangkang.

Kelompok orang-orang murtad yang paling jahat dan besar ialah kelompok Banu Hanifah yang dipimpin Musailamah Al-Kadzdzab. Jumlah mereka tak kurang dari empat puluh ribu orang, terdiri dari prajurit-prajurit tangguh dan berpengalaman perang. Kebanyakan mereka murtad dan mengakui Musailamah karena fanatik kesukuan, bukan karena percaya kepadan kenabian Musailamah.

Sebagian mereka berkata, “Saya tahu Musailamah itu bohong dan Muhammadlah Nabi yang benar. Tetapi kebohongan Bani Rabi’ah (Musailamah) lebih saya sukai daripada kebenaran Bani Mudhar (Muhammad).”

Tentara muslimin yang pertama-tama datang menyerang Musailamah dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Pasukan Ikrimah dapat dikalahkan tentara Musailamah, sehingga lari kucar-kacir dan Ikrimah sendiri tewas sebagai syahid.

Sesudah itu dikirim oleh Khalifah Abu Bakar pasukan kedua di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Dalam pasukan Khalid ini terdapat pahlawan-pahlawan Anshar dan Muhajirin. Di antara mereka terdapat Al-Barra’ bin Malik Al-Anshary, dan beberapa pendekar muslim lainnya.

Pasukan Khalid bertemu dengan pasukan Musailamah di Yamamah. Pertempuran segera terjadi tak dapat dihindari. Belum lama kedua pasukan itu bertempur, ternyata pasukan Musailamah lebih unggul. Mereka dapat mendesak mundur pasukan Khalid dari posisinya, hingga pasukan Musailamah berhasil menyerbu sampai ke perkemahan Khalid bin Walid dan menghancurkan perkemahan itu. Bahkan istri Khalid nyaris terbunuh ketika itu, seandainya tidak sempat diselamatkan pengawal.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Khalid melompat ke tengah-tengah pasukannya dan mengubah susunan pasukan. Kaum Muhajirin, kaum Ansar dan prajurit yang terdiri dari anak-anak desa dipisah-pisahkannya menurut kelompok masing-masing. Tiap kelompok dikepalai salah seorang dari kelompoknya sendiri. Dengan begitu Khalid dapat mengetahui kesanggupan masing-masing kelompok, serta mengontrol di mana letak kelemahan tentara muslimin.

Kini kedua pasukan baku-hantam dan baku tebas dengan sengit dan mengerikan. Kaum muslimin memperlihatkan kemampuan yang belum diperlihatkan sebelumnya. Tentara Musailamah bertahan di medan tempur bagaikan gunung, kokoh dan kuat. Mereka tidak peduli walaupun kurban banyak jatuh di pihak mereka. Kaum muslimin memperlihatkan keberanian luar biasa, yang kalau dihitung-hitung sesungguhnya merupakan peristiwa yang sangat mengerikan.

Lihatlah Tsabit bin Qais yang memanggul bendera Anshar. Dia melilit tubuhnya dengan kain kafan, kemudian digalinya lobang setinggi betis. Lalu dia turun ke dalam lobang itu. Dia bertahan di lubang itu mengibarkan bendera kaumnya sampai tewas sebagai syuhada.

Zaid bin Khattab, saudara Umar bin Khattab, memanggil kaum muslimin, “Wahai kaum muslimin, bertempurlah dengan gigih! Tewaskan musuh-musuh kalian dan terus maju! Wahai manusia! Demi Allah! Saya tidak akan berbicara lagi sesudah ini sampai Musailamah dihancurkan, atau saya syahid menemui Allah. Saya akan diperlihatkan kepada Allah bukti bahwa saya betul-betul syahid.” Kemudian dia maju menyerang musuh, bertempur sampai tewas sebagai syuhada.

Lain pula dengan Salim, maula Abu Hudzaifah, pembawa bendera kaum Muhajirin. Kaumnya khawatir dia lemah atau takut. Kata mereka kepada Salim, “Kami sangsi dengan keberanian Anda menghadapi musuh.”

Jawab Salim, “Jika kalian sangsi terhadap saya, percuma saya menjadi pembawa bendera Al-Qur’an” Kemudian dia menyerbu musuh-musuh Allah dengan berani sehingga ia tewas pula sebagai syuhada.

Tetapi kepahlawanan mereka belum seberapa dibandingkan dengan kepahlawanan Al-Barra’ bin Malik. Ketika Khalid melihat api pertempuran semakin berkobar, dia berpaling kepada Al-Barra’. Kata Khalid memerintah, “Kerahkan mereka, hai pemuda Anshar!”

Al-Barra’ berteriak memanggil kaum Anshar, “Hai kaum Anshar! Jangan kalian berpikir-pikir hendak kembali ke Madinah. Tidak ada lag! Madinah sesudah hari ini. Ingatlah kepada Allah semata-mata kemudian ingat surga”. Sesudah begitu, dia maju mendesak kaum musyrikin, diikuti prajurit Anshar. Pedangnya menari lincah menebas kuduk musuh-musuh Allah.

Melihat prajuritnya banyak berguguran, Musailamah dan kawan-kawan menjadi gentar. Karena itu mereka lari berlindung dalam sebuah perkebunan. Kebun itu kemudian terkenal dalam sejarah dengan nama “kebun maut”, karena banyaknya manusia yang terbunuh dalam kebun itu.

Kebun maut itu adalah tempat lari terakhir bagi Musailamah dan tentaranya. Pagarnya tinggi dan kokoh. Musailamah dan puluhan ribu tentaranya mengunci pintu rapat-rapat dari dalam. Mereka bertahan dalam kebun itu seolah-olah dalam benteng. Dari puncak pagar mereka menghujani kaum muslimin yang berusaha masuk kebun dengan panah.

Kata Al-Barra’, “Angkat saya dengan gala dan lindungi saya dengan perisai dari panah-panah musuh. Sesudah itu lemparkan saya ke dalam kebun di dekat pintu. Biarlah saya syahid untuk membukakan pintu bagi kalian.”

Dalam sekejap Al-Barra’ sudah berada di atas sebatang gala. Tubuhnya enteng, karena awaknya kurus kecil. Sepuluh orang pemanah melemparkannya ke dalam kebun maut. Al-Barra’ meluncur di atas ribuan tentara Musailamah. Kehadirannya menyebabkan mereka ngeri bagaikan disambar petir di siang bolong. Sementara itu Al-Barra’ sudah berhasil memukul tewas sepuluh orang penjaga pintu. Al-Barra’ segera membukakan pintu bagi kaum muslimin. Namun begitu, Al-Barra’ tak luput dari sentuhan pedang dan goresan panah yang menyebabkan sembilan buah luka menganga di tubuhnya.

Kaum muslimin tumpah ruah menyerbu ke dalam kebun maut. Pedang mereka berkelebat di kuduk orang-orang murtad. Lebih kurang dua puluh ribu orang korban yang tewas di pihak mereka. Termasuk pemimpin mereka, Musailamah Al-Kadzdzab.

Al-Barra’ segera dinaikkan kawan-kawannya ke atas kendaraan untuk diobati. Sebulan lamanya Khalid merawat dan mengobati Al-Barra’ sampai Allah menyembuhkan luka-lukanya. Dia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi kemenangan bagi kaum muslimin.

Al-Barra’ bin Malik Al-Anshari sangat merindukan kematian sebagai syahid. Dia kecewa karena gagal memperolehnya di kebun maut. Maka sejak itu dia selalu menceburkan diri dalam peperangan untuk mencapai cita-cita besarnya, dan karena rindu hendak segera bertemu dengan nabinya yang mulia.

Ketika perang penaklukan kota Tustar di Persia, tentara Persia berlindung dalam sebuah puri. Puri itu merupakan benteng yang kokoh bagi tentara Persia. Temboknya tinggi, besar, pintu-pintunya kuat dan kokoh. Kaum muslimin mengepung Puri dengan ketat. Setelah mereka terkepung begitu lama, akhirnya mereka mendapat kesulitan. Mereka mengurkan kait-kait besi yang panas membara dari puncak pilar untuk mengait tentara kaum muslimin. Tentara muslimin yang terkait mereka angkat ke atas, adakalanya langsung tewas atau pingsan.

Mujur bagi Anas bin Malik, dia terkait oleh pengait berapi itu. Kemudian Al-Barra’ saudaranya melompat ke dinding benteng dan melepaskan pengait dari tubuh saudaranya. Tangan Al-Barra’ terbakar dan melepuh memegang pengait yang panas membara. Tetapi dia tidak peduli asal saudaranya lepas dari pengait itu. Kemudian dia berhasil turun dengan jari-jari tangannya tanpa daging. Dalam perang Tustar ini dia mendoa kepada Allah semoga diberi rezeki sebagai syuhada. Allah memperkenankan doanya. Dia syahid menemui Allah dengan senyum bahagia.

Semoga Allah menjadikan wajahnya gemerlapan di surga, dan menyejukkan pandangannya menemani nabinya, Muhammad SAW dalam ridha-Nya. Amiin. [sumber: Kepahlawanan Generasi Shahabat Rasulullah SAW terjemah Suwarun min Hayaatis Shahabat]

Sahabat-sahabat Kecilku ♥ ♡

Mana gelangnyaaa..??

Udah muter2 tapi kita ga nemu gelang yg bisa dijadikan gelang persahabatan. Nanti deh aku cari ya sahabat2 cilikku.. Oia, kalian ga mau dibilang anak kecil lagi ya.. "kita kan udah besar, udah kelas 4 buuu", kata kalian ngaku-ngaku, hueheheh..

Itulah peristiwa menjelang kami pulang dari jalan2 ke TA.. "tempat yg mewah, baru kali ini saya pergi tempat yg semewah ini buu", sahut Ghany saat memasuki entrance TA. Aku tersenyum geli melihat tingkah dia yang lucuu..

Seharusnya kami pergi ke Dufan, tapi rencana batal dan usul punya usul akhirnya ke TA deeeeh. Tadinya ita ber-7 mau ice skating. Satu orang yg ga bisa ikut, dialah Yazid.. katanya sakit diare.., awalnya juga ga bisa ikut karena dia bilang ga bisa main,, dalam hati: "emangnya aku bisa Ziiid???" hehe..

Taapi, sampe sana.. jam 2 kurang ternyata loket ditutup krn jam 2 tepat mau ada pertunjukan.. buka laginya malam... weleh,,
kasian anak2 kalo kita maennya malem... apalagi Umar kan abis tanding Taek Kwon Do tadi pagi.. yasuw.. batal deh main esketing..

Aku usul nonton aja deh, Avatar (heheh.. pisss) Ghany, Athaya, Ivan, Umar sih setuju.. tapi Tania kelaperaann.. dan, hayyah.. kirain mau beli makan siang *means: nasi+lauk pauk ...taunya...
mampir ke kios (jaahhh kios di TA) yoghurt.. jadinya,, (namanya juga namanya) pada beli semua kecuali aku.. nyesel, knapa ga ikut beli.. wkwkwkwkwk

bTw,, cinema lante brapa ya? berpetualang lah kita mencari.. sayangnya, di t4 'semewah' itu mereka pada lari2.. gubrak.. ada yg mo nabrak, dan aku yg di (ehem) marahin..

Akhirnya petualangan berakhir di lante yg ada Hokbennya.. oh di sana cinemanya.. abis ngributin mo nonton apa, akhirnya Ivan si bijak dan Ghany si pemikir bantu aku memutuskan hal yg pelik itu.. lebay. ;p

Dipilihlah Avatar yg jam 15:30 supaya kita bisa sholat ashar dulu :) karena aku dipesan sama ayahnya Umar agar menjaga waktu sholat. okelah kalo begitu, aku ngantri dengan sabar *iya ga ya,, soalnya was2.. aku ngantri tapi anak2 pada kelayapan kmana gtuuu..*

Hampir di penghujung antrian, satu beli Froz.. yg lain beli juga.. hayyah.. Padahal aku H2C nih takutnya tiket yg jam sgitu abis.. pas sampe di 'tukang karcis'nya.. adanya paling depan 3 bangku.. yaaaaahh, kecewa dah.. Ivan menyaranan tetap ambil dan yg lain nonton film 51 atau sang pemimpi.. tapi aku tolak krn, aku susah ngontrolnya dan ga bareng jamnya,,

Akhirnya sltlh 'sekiaan lamaa' (Ridho mode ON) mengantri.. apa daya,, Kami langsung (aku si sebenernya) memutuskan untuk makan aja, di HOKBEN.. gubrak, jauh2 amat ke TA,, ujungnya makan di hokben..

Ya gpp lah.. yg penting bareng.. sayang Yazid ga ikutann.. aku jadi ga liat ekspresi pasrahnya deh, hehehe. Yang ini ngantri juga.. mereka aku perhatikan, ya sudah cukup mandiri lah..

Cari punya cari, mau bareng koq nanggung amat pada mencar duduknya.. akhirnya aku reserve tempat ber-6 dan dapat di sebelah cewe2 lagi reuni.. Ghany merhatiin aja mereka lagi bagi2 kado.. dan dia menyimpulkan, wah lagi tukeran kado Natal yaaa?? (et dah Ghany... jgn kenceng2,, jarak kita ama emba2 itu ga kurang dari 75 cm.. gyahahaha)

Melihat mereka tukeran kado, akhirnya ada yg mengusulkan kami untuk tukeran kado.. hyaaahh
Baiklah.. aku putuskan tukeran kado, semua sepakat pergi ke Gramedia.. aku bilang, setelah ini kita sholat Ashar dulu ya..

Masuk toilet, Athaya belom kelar urusannya.. ada yg ketinggalan di kmr mandi katanya.. apaan Thay? aku lupa nanya waktu itu..

Anak SAI gitu loah, di musholla, para ibu2 dan emba2 kaga pada jamaah sholatnya, sendiri2.. kita, krn terpaksa dpt barisan belakang, jadi jamaah di belakang deh.. tapi, aku ngerasa aneh.. pada ngeliatin.. (apa perasaanku aja ya?)

Selesai sholat, kami menuju ke Gramedia dan berputar2.. hehe.. *banyak bule yaaa* ;p
sayang buku yg aku cari ga ada.. yaudah cari kamus aja deh..

Tepat di luar entrance Gramedia, kita tukeran dengan sistem *apaa itu namanya?? pokonya adil dah
aku dapat komik Yu Gi Oh punya Umar, eh Umar dpt kamus drku, ayo yg lain tukerannya dr siapa?? *pikun nih*

Abis itu ngapain?? pulaaaang,, Tania aku minta hub pak Dayat.. ternyata eh ternyata nomernya tak disimpan.. nanya Bunda, nomernya beda.. pokonya tau2 Bunda bisa hub pak Dayat so, kita tinggal tunggu di entrance TA, bak artis nunggu jemputan hahay..

Sebelumnya sempat luntang-lantung dan kita terdampar di depan toko baju.. setelah sebelumnya nyari gelang ga ketemuuu.. hhuhuhuu..

Akhirnya pak Dayat datangss.. dan kita pulangss.. tapi Tania turun duluan di PI..
Sisanya diantar sampai SAI, tiba stengah 7 kurang.. wah kudu sholat Maghrib dulu..
Wah, masjid SAI udah ada kamar mandi dan tempat wudhunya.. iya.. aku baru tahu.. udah setahun ga mampir ;'(

Pulangnya, Umar dijemput ayahnya. sedangkan Ghany diminta tunggu di rumah Athaya. Aku dan Ivan tinggal jalan kaki aja, so.. nagnter Athaya dan Ghany dulu deh.. abis itu, aku dan Ivan pulang.. oh, Ivan baru pindah rumah di Komp. BBD toh.. heuheuheuheu..

Okelah kalo begitu.. Semoga, kita bisa jalan2 lagi yaa, liburan selanjutnya..



to be continued...

Thursday, March 18, 2010

Mencintai karena Allah? Buktikan!

Assalamu'alaikum wr wb
Gimana kalo temen2 ditanya hal di bawah ini oleh mad'u?
 
1.       Apa jadinya kalau orang yang kita cintai (karena Allah) menikah dengan orang lain?
Apakah:
a.       Hancur hatimu?
b.      Jealous
c.       Dendam
d.      Makin cinta sama Allah
e.      Tabah
f.        Sabar
g.       Masih berharap pada Allah
h.      Kalau jodoh tak akan kemana…?
i.         Gak mau datang ke undangannya (pdhl kalo diundang kan wajib hadir, tapi karena…)
j.        Biarlah hanya Allah yang mengetahui perasaanku, dan menjadikan kesabaranku sebagai pahala
k.       Tawakal, mungkin Allah sedang menguji rasa yang kumiliki. Karena cinta pada Allahlah yang takkan tergantikan.
l.         What else..?
 
2.       Bagaimana pendapatmu mengenai dua paradigma: menikahi yang dicintai dan mencintai yang dinikahi?
 
3.       Apakah suatu keberuntungan/anugerah ketika kita menikahi yang kita cintai (karena Allah)?
 
4.       Apa sih yang dimaksud dengan mencintai seseorang karena Allah?
Apakah:
a.       Mencintai dia karena dia makhluk Allah juga
b.      Mencintai dia secara fisik sebagai ungkapan “subhanallah” atas ciptaanNya
c.       Mencintai dia secara batin, karena merasa ada “chemistry” antara kamu dan dia
d.      Mencintai dia secara lahir dan batin, selalu mengharap yang terbaik untuknya dan meminta hal itu hanya kepada Allah, tanpa diketahui oleh dia. Selalu berdoa untuknya.
e.      Mencintai dengan setulus hati, semoga rasa itu hanya diketahui oleh Allah dan kalaupun tidak berjodoh biarlah tersimpan sampai mati dan menjadikannya sarana syahid sebagai tujuan
f.        What else..?
 
5.       Jika kamu punya perasaan seperti ini sekarang terhadap orang di sekitarmu, bagaimana kamu menjaga rasa itu agar Allah tetap ridho? (it’s must be complicated, I thought!!)
 
Mungkin yang udah nikah bisa menjawab lebih wibawa.. (recommended)
c ya.   
wassalamu'alaikum wrwb

Tuesday, March 16, 2010

Kondangan ke Hadi


Hari itu biasanya pulang les daku dah harus ke mui langsung ngisi anak2. Tapi berhubung ada undangan walimah dari Hadi, ya moso nda hadir. Okelah kalo begitu, aku sm ukhti2 yg kucintai karena Allah swt, Saul, Icha, Diani, dan Peny janjian datang di lokasi pkl 14. Karena akupun tak bisa lama2 coz harus balik lagi ke Depok untuk ngisi liqo.

Aku siy bisa mengira2 lokasi walimahnya.. Tapi ternyata di jalan Kalibata 2 Utara tsb banyak yang walimahan dan aku ga nemu nama HADI. Nanya ke satpam dan penduduk sekitar juga ga tahu yang namanya IDA. Hadddeeeuuhh..

Warga RT 14 bilang RT.12 di sebelah sana (menunjuk ke arah masjid yang kelihatan menaranya di seberang sana), pas sampe tempat yang ditunjukkin, suruh balik lagiiiihhh.. hadddeeeuuhh.. 

Pas udah thowaf 2x, akhirnya nelpon Diani coz pasti icha lagi boncengin.. Tapi ga diangkat2. Akhirnya aku tanya lagi orang yg merasa yakin banget kalo RT.12 di deket masjid itu... Aku memelas, tapi saya sudah ke sana tadi paaaaaaaaaaaaakkkkk.. heuheuheu..

Tapi pas dia bilang, tadi juga ada yg nanya, 2 cewe.. Wah, jangan2 temen saya. Coba saya susul deh.. hehe, biar bareng nyasarnya :P

Hee, iya bener tuh si Icha ternyata dibonceng sama Diani. Kliatan.. jaketnya ngejrEEnGG.. IcHAAAAAAA.. aku tereaak, kaga denger juga dia.. Lagipula keiknya lagi pada celingak celinguk nyari janur.. haha

Akhirnya kesusul juga.. aku bilang ini dah mo thowaf sampe 3 kali neh.. et dah.. better jangan belok kiri dah.. tadi dijabanin kesitu.. dah sejam sendiri neh.. 

Entah pegimana akhirnya ada orang terakhir yg ngasitahu, kemungkinan terakhir kalo satu tempat itu yg seharusnya... hohohoho.. padahal tadi nanya satpam deket situ kaga tahu dia nama ida atau hadi....
Perasaan tadi dah keliling tapi ko ga nemu tempat ini yah.. Nah lo.. nanya ke tukang parkirnya buat mastiin.. Kita pan nanya, pak.. ini Hadi sama Ida kan? eh dia agak ga yakin gtu dan bilang: Hadis kali ya.. Kita ngotot: Hadi pak.. hadi Ismail.. dia juga ikutan: Hadis!!!.. et daah..

Akhirnya si Hadi keluar haha, penganten malah ke jalanan.. Lalu Saul dan Peny datang.. wah2.. muter2 juga dia,, parahan Icha sih.. sampe ke Mall Kalibata..haha, mana ga bawa helm 2 lagi.. ckckckck.. dari Lebak Bulus??!!

Eh Hudan juga datang.. rangga sama Lukman dah cabut katanya. Pas mau masuk, Redy ma Ina keluar.. dia udahan (kenyang) heueheueheu.. keiknya, tinggal tunggu undangan niih.. ;p

Ngelirik jam: wew.. jam 3!!! aku harusnya dah di MUI.. gimene neh,, ya wis.. aku sms mentee dah supaya mulai duluan aja.. pake nyasar sih.. doH.. tapi koq, kita sama2 sampe jam 3 yah.. haha,, kompak banget..!

Tapi maapph, aku harus balik duluan, before stgh 4. Padahal blm ktemu MW nya :(
Tapi manusia harus bisa memilih prioritas. Maka aku mantap pergi duluan.. hhehehe

Ganbatte!!

My Design & Pict ~ Collect