SEARCH

Most Wanted:

........................................................................................................................................................... Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. ........................................................................................................................................................... ...Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami...

Monday, December 25, 2006

KeNaPa Aku suKa waRna meRaH?

~~~mupeng yg satu ini~~~
KeNaPa Aku suKa waRna meRaH?



UMAT Islam di nusantara saat ini tampaknya kurang menyadari lagi arti warna hijau sebagai warna yang terkait dengan keranda jenazah, dan kubah makam Rasulullah saw di Madinah, serta bendera wabah di Kesultanan Yogyakarta. Demikian pula tidak dipahaminya arti warna hijau terdapat pada meja kehakiman dan ruang serta busana operasi dokter.

Surgawi dan kematian

Ketahuilah:

  • Meja pengadilan warna hijaunya bermakna tempat diputuskannya hukuman mati. 
  • Ruang operasi dan busana dokter dalam operasi, sebagai lambang bertarungnya dokter dengan kematian. 
  • Dan kabarnya ada salah satu bendera Kesultanan Yogyakarta, namanya Kyai Tunggul Wulung warna dasar bendera tersebut hijau. Diarak keliling kota untuk mencegah wabah yang berdampak kematian massal.
  • Demikian pula makna warna busana militer di Indonesia dengan warna hijau. Hal itu memberikan pengertian sebagai penyesuaian pada lingkungan fisik Indonesia yang serba hijau. Selain itu, juga bermakna dalam menegakkan keamanan negara dan bangsa berkemungkinan besar berhadapan dengan perang dan kematian.


Apakah itu karena Alquran Surah Al Kahfi ayat 31 dan Al Insan ayat 21 menyebutkan, orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh surga yang kekal? Dan busananya dari sutera hijau yang halus dan tebal serta bersulamkan emas. Barangkali warna hijau surgawi inilah yang dijadikan warna bendera parpol umat Islam sekarang ini. 



Tetapi Bendera Hijau ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw pada saat memimpin umat di Madinah dan Makkah. Tidakkah dalam Alquran disebut sebagai busana surga, yang artinya dipakai sesudah wafat?

Begitu halnya negara yang berbendera hijau-- tanpa unsur warna merah--ternyata ada di Timur Tengah yakni Saudi Arabia (1924) dan Pakistan (1947).


> Sungguh, warna hijau bermakna kematian. Dengan kata lain, itu sebagai warna busana surga setelah wafat. Pengertian yang demikian ini, tentu sukar untuk menerimanya. 



> Apabila dikaitkan dengan warna hijau muda kubah Majelis Perwakilan Rakyat. Apakah hal ini terkait maknanya sebagai tempat kematian janji pemimpin yang diucapkan di depan rakyat saat kampanye. Tentu jawabnya tidak.

> Untuk memahami warna hijau bermakna kematian, dapat dilihat dengan mudah warna Kubah Hijau Makam Rasulullah saw. Warna kubah makam hijau adanya sesudah Rasulullah saw wafat. Warna hijau tersebut tidak pula digunakan oleh Rasulullah saw untuk warna masjidnya, pada saat hidupnya.




Busana dan sarung pedang

  • Warna busana Rasulullah saw yang rangkap dua atau Al Hullah, berwarna merah. Peristiwa ini dilihat oleh Al Barra ra. Disebutkannya, waqad roaituhu fi hullatun homra-a -sungguh kusaksikan Rasulullah saw berbusana hullatun merah warnanya. 
  • Ditambahkan, maa roaitu syaian ahsana minhu - dan aku belum pernah melihat busana Rasulullah saw yang seindah itu. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Daud, dan Tirmidzi. Kalau diperhatikan lebih lanjut warna sarung pedang Rasulullah saw, Sayidina Ali ra, dan Khalid Ibn Al Walid ra, juga merah.


Arsitektur Masjid

  • Dan masjid Rasulullah saw, pada masa hidupnya adalah merah bata warnanya. Fungsi masjid sebagai sentra aktivitas memobilitaskan dan mendinamikakan umat. Arsitektur masjid, menggunakan bentuk dinding lengkung terutama pada pintu atau mighrab. Lengkungan tersebut sebagai simbol dari tapal kuda. Dan maknanya sebagai lambang mobilitas dan dinamika.
  • Adapun kuda merupakan binatang yang daya dinamika dan kekuatannya yang tinggi. Oleh karena itu, Rasulullah saw menganjurkan untuk mengajari anak-anak mengendarai kuda, bukan unta. Dalam teknologi kekuatannya disebutkan dengan horse power.
  • Lengkungan pada bangunan masjid, dihiasi dengan warna merah dan putih. Dapat dilihat pada warna interior Masjid Al Hambra atau Al Ahmar di Kordoba Spanyol. Al Hambar atau Al Ahmar artinya Merah. Sebaliknya Masjid Nabawi di Madinah sekarang terdapat bagian interior atap dalamnya atau plafonnya, berlengkung seperti Masjid Al Hambra Muawiyah. Tetapi warnanya disesuaikan dengan Kubah Hijau Makam Rasululllah saw, yakni berlengkung Hijau Putih. Sekalipun demikian, karpet Masjid Nabawi tetap menggunakan warna merah.

Sang Merah Putih
  • Sebagian umat Islam sukar untuk mengerti bahwa bendera Rasulullah saw terdiri dari dua unsur warna Merah Putih. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya sistem deislamisasi dalam penulisan Sejarah Indonesia.
  • Dampaknya dikisahkan Merah Putih bukan warna bendera Rasulullah saw. Penulisan yang demikian itu untuk mendiskreditkan umat Islam. Padahal Sang Saka Merah Putih berasal dari bendera Rasulullah saw yang dikembangkan oleh umat Islam Indonesia, sejak abad ke-7 hingga menjadi milik bangsa dan negara Indonesia. Tentu sukar memahaminya.
  • Baiklah di sini kita kaji kembali penuturan Imam Muslim dalam Shahihnya Kitab al Fitan, Jilid X, hlm. 340, dari Hamisy Qasthalani yang memperoleh beritanya dari Zubair bin Harb, Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna, Ibnu Basyayar, Mu'adz bin Hisyam, Qatadah , Abu Qalabh, Abu Asma' Ar Rahabiy, Tsauban bahwa Rasulullah saw bersabda:
Innallaha zawalliyal ardha - Sesungguhnya Allah memperlihatkan dunia kepadaku Masyariqahaa wa magharibahaa. - Aku ditunjukkan pula timur dan baratnya. Wa a'thoniil kanzaini: Dan aku dianugrahi warna yang indah Al Ahmar wal Abyadh Merah Putih.
  • Tentu umat Islam Indonesia mengenal ajaran Merah Putih tersebut, sejak awal masuknya agama Islam ke nusantara pada abad ke-7M. Sejak itu puila umat Islam akrab sekali dengan warna merah. Tidak tabu terhadap warna merah seperti sekarang ini. Karena Islam juga mengajarkan bahwa istri Nabi dari Nabi Adam as hingga Rasulullah saw disebut merah. Misalnya Siti Hawa ra artinya Merah. Menurut Ismail Haqqi Al Buruswi dalam Tafsir Ruhul Bayan, menjelaskan bahwa Hawa sama dengan Hautun artinya Merah. Dan Siti Aisyah ra sering dipanggil oleh Rasulullah saw dengan Humairoh artinya juga Merah.
Oleh karena itu, para ulama pendahulu di Indonesia, dalam membudayakan dan mengabadikan warna Merah Putih, antara lain melalui enam upacara:
  1. Setiap pembangunan rumah, pada kerangka atap suhunan dikibarkan Merah Putih, Dengan harapan memperoleh syafaat dari Rasulullah saw.
  2. Pada setiap Tahun Baru Islam atauTahun Hijriah diperingati dengan mem buat Bubur Merah Putih.
  3. Pada saat pemberian nama anak, juga dengan disertai pembuatan Bubur Merah Putih. Mengapa?
Bubur Merah Putih, saat bayi dilahirkan sebagai lambang darah ibu (QS 96:2). Selama 9 bulan 10 hari dalam rahim, bayi mengonsumsi darah ibu Merah warnanya Setelah lahir masih tetap membutuhkan darah ibu, Asi, selama 20 bulan 20 hari. Warnanya Putih. Dengan demikian, seorang anak bayi membutuhkan darah ibu yang berwarna Merah dan Putih selama 30 bulan (QS 46: 15).
Apakah terkait dengan pengertian di atas ini pula, maka plafon Ka'bah berwar na Merah, dan Lantai Ka'bah berwarna Putih. 


  1. Dalam pengucapan kata pengantar disebutnya dengan lambang Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Kapur dan sirih akan menghasilkan warna merah. Dan pinang yang diiris akan menampakkan warna putih. Jadi kata Sekapur Sirih dan Seulas Pinang bermakna Merah Putih. Di masyarakat Islam Minang akrab dengan warna Merah. Demikian pula busana kebesarannya dan busana penarinya menam pilkan warna Merah atau warna emas.
  2. Di kalangan masyarakat Islam Sunda menyatakan rasa gembira dan syukur, dengan bahasa simbol seperti kagunturan madu -memperoleh madu dan karagragan menyan putih -kejatuhan menyan putih. Madu sebagai lambang merah. Dan menyan putih, jelas simbol warna putih yang harum. Jadi, makna kedua hal tersebut adalah Merah Putih. Dan sebaliknya untuk melambangkan jiwa yang serakah terhadap materi atau uang, maka disebutnya bermata hijau.
  3. Para Walilullah menuliskan Alquran, pada penulisan Allah dan Asma Pengganti-Nya, dengan warna merah di atas lembar kertas yang putih warna nya.
Dengan keenam sistem pembudayaan dengan makna yang agung seperti itulah, maka Merah Putih menyebar ke seluruh nusantara. Dan tetap abadi bagaimanapun juga upaya penjajah Barat yang ingin meniadakannya. Barangkali hanya dengan mendistorsikan atau deislamisasi penulisan Sejarah Indonesia, akan berhasil.


Filsafat Warna
Dr. Effat al Sharqawi dalam Filsafat Kebudayaan Islam, menuturkan budaya warna di Timur Tengah sekalipun tandus tidaklah menjadikan warna hijau sebagai lambangnya. Dapat dilihat penampilan warna Ka'bah dengan Kiswah warna Hitam. Warna Pintu Ka'bah dan warna Mizab atau Talang Ka'bah di atas Hijir Ismail, kuning Emas dan warna plafonnya merah, dan lantainya putih.Warna hitam tersebut dijadikan pula warna Jubah Wisuda.
Sejak zaman Daulah Muawiyah di Eropa. Kemudian ditiru oleh Barat diganti namanya, Jubah, dengan bahasa Latin, Toga. Sesuai dengan warna Kiswah dan bentuk Ka'bah, maka topi toga secara internasional juga bersegi empat seperti Ka'bah. Kecuali di Indonesia, pada masa Orde Baru, topinya diubah menjadi segi lima. Sementara universitas dan instititut di Indonesia, ada yang tetap mengenakan topi toganya dan bersegi empat.

Dalam kaitan ini, Dr. Effat Sharqawi menjelaskan justru sebaliknya Barat lebih menyukai warna hijau atau biru. Penjelasan Dr Effat Saharqawi ini, dapat kita lihat jok kursi Presiden Amerika Serikat, hijau warnanya. Demikian pula kursi Parlemen Inggris juga hijau warnanya. Paus saat menyampaikan pidato amanatnya yang mengutuki teroris yang meruntuhkan gedung WTC, mengenakan busana termasuk topinya, berwarna hijau.
Apakah karena pengaruh Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris yang melakukan intervensi sejak saat berdirinya, Kerajaan Saudi Arabia, maka hijau sebagai warna dasar benderanya. Wallahu 'alam. Semoga tidak.

(dari ceritanya Prof H Ahmad Mansur Suryanegara)

My Design & Pict ~ Collect