SEARCH

Most Wanted:

........................................................................................................................................................... Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. ........................................................................................................................................................... ...Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami...
myfreecopyright.com registered & protected Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Tuesday, February 12, 2013

Takziyah ke Rumah Mas Teguh

Alhamdulillah sabtu kemarin 9/2/13 bisa takziyah sama2 bareng pengurus kopma. Yang hadir saat itu babg Twochil, Ka Afo, Ka Puji, aku sama Dadang & Neti.

Kebetulan aku ga jadi tahsin jadinya pulang ngaji minta anterin yang bawa motor deh ke Jl. H. Nalim. Nah si bang Twochil udah nunggu di sana. Abis itu nunggu Ka Afo dll. Agak lama datang Ka Puji. Karena di antara kami cm aku yg tahu rumahnya jadi aku suruh jalan duluan dah beberapa meter.

Sampe di rumahnya mba Kokom udah siap nyambut kita. Alhamdulillah dia masih inget sama aku hehehe secara dulu pernah ngajar TPA di sana.

Katanya mas Teguh sering ngomongin Twocil dkk. Dan lalu mengalirlah cerita tentang sakitnya mas Teguh.

Tuesday, April 19, 2011

Treasure Jakarta on Ahad Pagi

Subuh2 eyke dah siap tuh mo kumpul di spbu coz malaemnya mendadak diminta bareng ibu2 pengajian ustadzah. Ga ngeh di spbu kahfi 1 atau kahfi 2. Di pikiran sih yg terendap adalah spbu yg "biasa"nya. OK!

Karena info tentang konsumsi dll blom jelas, bertanyalah saya hingga akhirnya diberi jawaban bahwa busnya hanya ada satu di spbu, yg lain ngtem di tempat berbeda. Konsumsi dah beres tinggal nemenin ibu2 ajah. OK deh.

Nah disuruh kumpul jam 6 saya baru bisa cabs dr kontrakan sekitar jam 6 an...hohoho, nyucai dulu soale, malah blom nyiapin sarapan buat Kanda. 

Sampe spbu, ngliat bus dah pada mo brangkat, ah drpada saya ktinggalan, naik aja deh salah satu bus. Pas dah nyampe dalem, emang ibu2 semua, pada pake baju putih2... Tapi koq rada aneh ya...

SmS dah ama ustadzah, bu saya salah bus, naik bus 3. Kata beliau ya udah gpp. Umh berarti emang ga jadi 1 bus yah,,, dan busnya enak banget!!! exclusive.. makanya mgkn karena inilah ga bareng ama temen2 yg naik kopaja... OK deh ikutin alur ustzh yg di depan, kebetulan nih ustdzahnya sering aku liat, en emang emaknya temen DPRa. 

Dalam perjalanan, saya menjadi bingung, loh koq lewat Cawang segala, trus Kwitang. Mau ke Senayan aja koq muter2 nih si supir. Ndak tahunya nih bus ibu2 majelis taklim pada mau pengajian akbar di Masjid Istiqlal. Wew wew wew...!!!

Sekonyong2 sy langsung cabs dari bus dgn pamit pd ibu2 itu sblmnya.....stlh parkir persis di depan kathedral. Makanya harus muter ke arah st Juanda kalo mau naik busway,,, mana si Kanda ditelpon ga ngasih solusi :p

Terpaksa nanya deh nih, wong ga tahu rute2nya.. jadi dr Istiqlal busway ke Harmoni dulu, lalu dr Harmoni turun naik busway lagi arah blok M. Huhu Haha...

Wokeh,, banyak yg baru saja datang, yo wes ikutlah.. meski lenggang kangkung sendirian tanpa ada teman, pun didampingi suami, hiks hiks.. *ngiri gtu ngliat akhwat2 pada gandengan ama suaminya*

Panasnyaaaa... Fyuuuhh... Nahan pipis pula. Tapi mo ke toilet, males antrinya.. trus tau2 ketemu mba Tutik en Tika, ditanya dah koq sendirian,, iyaaaaa!! salah bus euuuyyy!! Oia laporan sm Ustadzah Lulu dulu.


Bertanyalah saya pada yg SmS malam2 tadi, soalnya biasanya pintu masuk dah dibagi2.. Oke, dijawabnya sih pintu VIII, alhamdulillah pas banget neh! Udah naik ke tribun bawah... full bow! Tahu2 ketemu rombongan Ustadzah,,, hohohohoho.... yo wes! ngikut dah... Akhirnya disuruh ke tribun atas.. Hueks.. untung tadi di bus yg salah dah makan dikit, kalo nggak daku bisa pingsan ini naik anak tangga berkali2.


Masih nahan pipis euuy... Ternyata acara belom nyampe pembukaan... Ohooo,,, Ya sudah Nikmati sajalah...
WAh ada Sule Prikitiw tuuh... en ada pentas SAI GreenVoices :D Tentu saja ada anak GP bernama Tania di sana ;-)



Berikut SnapShotnya:














Tapi pas pulang, berharap busnya sama exclusivenya dgn yg ksasar tadi pagi, ehem,,, nyatanya... AC nyala tapi tdk sampai fungsinya padakuuu ;-(

Trus pas ngasih kabar lagi OTW sm Kanda (coz sy minta jemput) ternyata eh ternyata nih bus ga ke spbu yg tadi pagi (Kahfi I). Tapi ke spbu di Kahfi II wakwaaaawwwww.... Pas baca ulang SMSnya,,, *tepok jidat deh gw.. Fyuuuhhh >_<


Laporan selesaii :p


Wednesday, December 8, 2010

Perbaikan Akhlak Ketika Menikah


Anjuran Rasulullah SAW untuk menyegerakan menikah
Menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu memiliki hasrat dan kecenderungan terhadap lawan jenis.
Rasulullah SAW Memperlakukan Isteri-Isterinya
Beliau adalah seorang suami yang sangat bertanggung jawab, menafkahi isteri-isterinya, baik lahir maupun batin. Beliau sangat memuliakan isteri dan anak-anak. Pernah suatu saat, salah seorang isterinya mau menaiki unta, beliau berjongkok dan memberikan pahanya untuk dijadikan tumpuan oleh isterinya. Di dalam kisah lain juga disebutkan, bahwa beliau melindungi wajah salah seorang isterinya dengan kain sorban di siang hari yang sangat terik. Di dalam rumah pun, beliau tidak pernah bersikap kasar jika ada hal yang tidak berkenan, beliau memanggil isteri-isterinya dengan panggilan yang disukai dan senantiasa penuh kelembutan.

Hikmah:
Dengan menikah, manusia akan memiliki media yang penyaluran hasrat seksual yang lebih mulia daripada binatang, sah dan terhormat di hadapan Allah SWT dan manusia lainnya, serta bisa menjauhkan diri dari pergaulan bebas yang menghinakan diri dan keluarganya. Menikah dan berumah tangga juga merupakan sarana pendewasaan manusia dalam hal berpikir dan bersikap, mereka terkena hak dan kewajiban satu sama lain untuk saling memahami, saling mengasihi, mau berkorban satu sama lain, dan saling menjaga amanat yang diembannya.
Menikah merupakan salah satu sarana ibadah yang sangat agung dan indah. Pantaslah jika Rasul menganjurkan para pemuda untuk menikah di awal masa mudanya(yang telah akil baligh) untuk menyegerakan menikah, karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan. 

Menurut penelitian beginilah adanya...
New York (ANTARA/Reuters Life!) - Pria cenderung akan bersikap lebih baik saat mereka menikah --hal itu terjadi karena pernikahan tampaknya membantu pria memperbaiki sikap mereka dan pria yang punya sikap lebih baik cenderung menjadikan pernikahan sebagai hal utama menurut penelitian di Amerika Serikat.
S. Alexandra Burt dan koleganya di Universitas Negeri Michigan juga menemukan bahwa pria yang kurang punya perilaku yang buruk cenderung akhirnya akan menikah.

Di antara pria-pria yang menikah beberapa menunjukkan bahwa tanda perilaku-perilaku buruk --terutama tindakan yang berhubungan dengan penyakit antisosial seperti perilaku kriminal, berbohong, agresif dan kurang punya belas kasihan-- berkurang setelah mereka mengikat diri dalam pernikahan.
Burt mengatakan bahwa pria yang menikah "pada awalnya bukanlah seorang yang antisosial dan bahkan setelah mereka menikah sikap antisosial itu makin berkurang."

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam "Archives of General Psychiatry" edisi Desember, Burt dan koleganya meneliti 289 pasang pria kembar selama 12 tahun, sejak usia 17 hingga 29 tahun. Lebih dari separuhnya adalah kembar identik.

Pria yang menikah selama masa penelitian tersebut, sekitar 60 persen dari mereka menunjukkan sikap antisosial lebih sedikit pada usia 17 dan 20, menunjukkan bahwa pria dengan sikap seperti itu cenderung akan kurang menempatkan pernikahan di tempat utama.

Pada usia 29 tahun, pria yang tidak menikah memiliki rata-rata memiliki 1,3 sikap antisosial, dibanding dengan 0,8 di antara pria-pria yang menikah.

Namun, di antara kembar identik dengan satu orang menikah dan yang lain tidak menikah, pria yang menikah didapati memiliki sikap antisosial yang lebih sedikit dibanding kembarannya yang tidak menikah.

Dalam kasus kembar identik dengan gen dan suasana masa kecil yang sama sehingga cenderung untuk menghasilkan sikap antisosial yang sama, penelitian ini mengindikasikan bahwa pernikahan membantu untuk membuang perilaku buruk tersebut.

Namun masih belum jelas mengapa pria dapat memperbaiki kelakukan mereka setelah menikah, kata Ryan King dari Universitas Albany yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Pria yang menikah menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangannya dibanding dengan teman-temannya dan perilaku buruk seperti kejahatan dan minum minuman keras cenderung menjadi aktivitas kelompok, katanya.

Ditambah lagi, pria yang menikah "akan lebih banyak kehilangan" bila mereka tertangkap karena aktivitas ilegal dan lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh pasangannya.

"Tidak setiap orang memiliki kemungkinan yang sama untuk menikah, namun mereka yang menikah mendapatkan manfaat dari pernikahan tersebut," kata King.

Hasil penelitian itu membantu menjelaskan temuan dari penelitian lain yang menunjukkan bahwa pria yang menikah melakukan lebih sedikit tindakan kriminal. Penelitian baru-baru ini contohnya, menunjukkan bahwa pernikahan berhubungan dengan penurunan 35 persen tindakan kriminal.

Penelitian juga menemukan bahwa orang yang menikah cenderung lebih sehat dibanding masih saat masih sendiri, meski penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa keuntungan kesehatan karena pernikahan masih belum jelas. Namun mereka yang menikah cenderung hidup lebih lama, kurang mengalami depresi atau terkena penyakit jantung dan stroke.

Credit: ANTARA dan LITTLEBEE

Tuesday, December 7, 2010

Abadikan Cintanya

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami…
Rapatkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu
Hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam

ya Robbi bimbinglah kami…
ya Robbi bimbinglah kami…
ya Robbi bimbinglah kami…

 "Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami." (QS. Al Kahfi : 10)

Monday, December 6, 2010

Terjebak


Pernah ga kalian terjebak di kamar mandi, ga bisa keluar.....?? Padahal buru2 karena ada janji... Berharap siapapun yang nolong suatu hari akan dibalas kebaikannya... Hahaha, itu telah terjadi sama gw kmaren Ahad.  

Ceritanya abis olahraga di kampus ui, gw numpang take a bath di kosan Icha di kukel... Tapi karena buru2,, gw ngunci km mandinya terlalu bersemangat sampe pakem banget. Maklum ada janji mo ketemu c***r   >__<

Eh, pas selesai,,, beuhhh,,, gw ga bisa buka pintunyaaaa... Teriak2 dah dr km mandi,,, "ichaaaaaaaaaaaaaa... ichaaaaaaa"

Menyadari gw ga bisa ditolong dari luar juga, setidaknya gw bisa minta obeng, tapi masukin dari mana??? jendela km mandinya tinggi banget, dah gtu kelapis 2 kacanya T___T

Akhirnya Icha minta tolong sama yg namanya Ditha... Gw di dalem "tolongin gw,,, hidup dan mati gw neeeeh" *dudul*
Kata Ditha, gw dobrak aja ya... gw bilang " iyaaaa, tar klo rusak gw ganti" *songong*
Kata Ditha, ya udah, jauh2 dari pintu...!!!

En then, kebukalah tuh pintu,,,, hoooo... blom gw bilang makasih, dia dah ngeloyoooorrr :p
Save by the Bell ......... Alhamdulillaaah :D

BIG THANKS to DITHA :)

Thursday, December 2, 2010

Motivasi Duniawi

Kata orang... gw lupa siapa orang itu :p bahwa... sedekah dapat memudahkan jalan kita... Bersedekah maksudnya...

Aku sih percaya bahwa amal baik akan membawa kebaikan bagi si peng'amal'nya...

Tapi,, gmn yaa... berbuat untuk Allah, masihkah harus dibarengi dengan niatan selainNya....???

Akankah hal tersebut merusak amal kita?
Bukankah jika sudah berniat sesuatu karena Allah dengan sendirinya akan datang keberkahan??
Hmmmm....


=>Masih muter2 mata mo nulis apa 'lagi' :p

Tuesday, November 30, 2010

Seni Bergaul

"Islam datang dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing, maka bahagialah bagi orang-orang yang terasing."

Sebagian aktivis Islam sering dikenal sebagai makhluk terasing di masyarakatnya. Namun hal ini kadang menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka. Mereka seringkali membela diri atas tindakan yang dilakukannya dengan dalil tersebut.

Namun apakah mesti seperti itu? Ternyata banyaknya kasus terasingnya para aktivis itu muncul akibat minimnya pengentahuan para aktivis tentang seni bergaul di masyarakat yang mungkin memiliki adat dan mekanisme pergaulan yang berbeda-beda. Tentunya, sebagai aktivis, da'i harus memahami itu sebagai upaya menembus komunikasi pergaulan dengan mereka. Selanjutnya dengan bekal pemahaman medan dakwah, beraksilah dengan cantik di masyarakat untuk mengenalkan dan menerapkan Islam.

*tumben postingan ane serius banget qiqiqiqi*

Berikut ulasan ane untuk Buku "Seni Bergaul" karya Abdullah Al Khathir. Judul aslinya: Fannut Ta'amul Ma'an Naas.... Buku ini hadiah dari Nurul, temen di Gundar dulu. Very miss her :)

Bab2nya:
>> BERINTERAKSI DENGAN MANUSIA.
>> MOTIVASI MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN DENGAN BAIK
>> MOTIVASI YANG MENDORONG SEORANG MUSLIM
>> STANDARD AKHLAK YANG BAIK
>> HAL2 YANG DIBENCI DAN DISUKAI MANUSIA

Tunggu lanjutannya yaa... bukunya mo aye baca ulang dulu, biar tambah meresepp

***
Berbicaralah kepada orang lain sesuai kadarnya :D
itulah intinya... isinya masih dalam penulisan :D

2B Continued

Monday, November 29, 2010

Kekkon Shite

Benarlah firman Allah SWT,,,

”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nur : 32) 

Fabi ayyi aala irobbikuma tukadz dzibaan~~
 فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ
   Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
       


VIVAnews - Jika Anda pria yang memiliki penghasilan pas-pas an semasa lajang, jangan khawatir tak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga saat masuk dalam jenjang pernikahan. Karena sebuah penelitian mengungkap, kebanyakan pria setelah menikah justru penghasilannya makin melimpah.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, pria yang telah menikah mendapatkan tujuh persen penghasilan lebih banyak dibanding pria lajang.

Kesimpulan itu diperoleh dari survei 12.000 orang Jerman yang dilakukan oleh University of Bielefeld. Survei itu sudah mempertimbangkan perbedaan usia, pendidikan dan pengalaman ketika melakukan penelitian.
Para akademisi itu mengatakan bahwa setelah menikah, pria mengambil kepentingan yang lebih besar dalam keuangan mereka dan melakukan upaya lebih keras untuk memperbaiki nasib.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pria merasa tidak puas dengan pendapatan sebelumnya semasa lajang. Hal ini menyebabkan pria yang sudah menikah lebih berupaya keras mencari pendapatan lebih tinggi dalam pekerjaan mereka. Alhasil banyak pria menikah mendapatkan upah lebih tinggi," kata akademisi di Universitas Bielefeld di Jerman.

Untuk mencapai kesimpulan, para peneliti itu menganalisis data dari 12.245 orang yang diwawancarai dari berbagai  status pekerjaan, jam kerja, pendapatan dan waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas rumah tangga.

Peneliti menyimpulkan: "Perubahan gaya hidup yang berhubungan dengan pernikahan, membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, dan seterusnya."

Untuk itu, bagi Anda pria lajang yang memiliki pendapatan pas-pasan, jangan ragu melangkah untuk merencanakan pernikahan.

Credit: Pria Menikah Lebih Mapan dari Pria Lajang?

Thursday, November 25, 2010

Cerdaskan Saia

Aku lagi bingung nih,,, dari sekian muyulku terhadap ilmu... masih belum bisa menentukan juga akan fokus ke mana...

Ayooo, cerdaskan saia!!

Yang pasti, ilmu geonya dah nguaaap... heuheu :p
Yang melekat kini adalah sedikit ilmu marketing yang dulu sangat kubenci...hehe
Ada juga ilmu IT yang sedang kugandrungi, tapi baru dikit juga... Wadoooh, kalo taun depan ikut cpns kan bedasarkan formasi,, pegimana yaa??
Mau jadi entrepreuner yah harus ngais ilmu lebih banyak dan terutama latihan alias prakteknya...
Whoaaahh masih binguuuung... nginvest diri di mana??? any idea...??? >__<

Tapi Allah pasti kasih jalan terbaik menuju tempat terbaik... saat ini jalani yang bisa dijalani en then buat perencanaan ke depan, kumpulkan ilmu2 dr berbagai sumber, insyaAllah suatu hari akan berguna...
*kayanya harus S2 segera niih* aamiiiin :)

Butuh motivasi niiih, bukuku "30 Hari Mencari Jatidiri" karya Aris Ahmad Jaya kemana yaaa?? dipinjem siapa?? copas review orang ja dah...
Rangkuman 30 harinya...
HARI KE-
  1. Konsep diri sang pemenang sejati
  2. Nilai diri untuk hargai diri
  3. Pecahkan rekor pribadi
  4. Siap menempa diri
  5. Peluang didalam masalah atau masalah didalam peluang
  6. Sulit tapi bisa
  7. Berani mengambilo resiko
  8. Fokus
  9. Komitmen dan sabar
  10. Perintahkan diri sebelum diperintahkan orang lain
  11. Jadilah diri ada sendiri
  12. buatlah keputusan
  13. siap menerima konsekuensi apapun atas keputusan anda
  14. Belajarlah dari diri anda sendiri
  15. makna bahagia
  16. Makna masalah dan hambatan
  17. Makna rasa takut
  18. Makna pengorbanan
  19. Makna ketekunan
  20. Makna kerja keras
  21. Memaknai kegagalan
  22. karakter pemenang sejati
  23. bisa tidak bisa harus bisa
  24. Makna kejujuran
  25. Bagaimana menjual diri dengan inovasi
  26. Tak takut rasa takut
  27. Tempa besi selagi panas
  28. Komunikasi empati (komunikasi suksesmu)
  29. Komitmen untuk sukses
  30. Tawakkallah Kepada Allah (serap yang benar,dengar yang baik,lakukan yang berguna)

Ada juga yang mereview 5 hari (ai lagi nunggu terusannya)... :D

HARI KE-1

- Yakinlahbahwa pohon akan tumbuh subur justru ketika dilempari pupuk dan kotoran.
- Orang cerdas adalah orang yang mampu menyusus bangunan dari batu bata yang dilemparkan orang lain kearahnya.
- Tidak penting berapa kali anda jatuh dan gagal, yang penting adalah apakah anda senantiasa bangkit kembali.
- Pemainlah yang berhak menghasilkan skor dalam pertandingan, bagi penonton bersorak, mendukung, menjatuhkan, mengejek atau bahkan mengumpat adalah bagian dari paket permainan yang tidak bisa kita beli secara terpisah.
- Setiap juara akan menjalani ujian, hambatan, cacian, cucuran keringat dan rasa sakit lebih banyak dibandingkan orang biasa..

HARI KE-2

- Pemenang ternyata tidak melakukan sesuatu yang berbeda. Pemenang hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.
- Kuda pacuan tidak harus dua kali lebih cepat dari lawannya, bisa jadi kuda pemenang hanya karena lebih cepat menjulurkan lidahnya ke garis finish.
- Tahukah anda sesuatu yang paling unik di dunia ini? Dia adalah anda sendiri.
- Pohon yang masih tegak kokoh diantara pohon-pohon lain di hutan tentulah bernilai lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah keluar dari hutan. Nilai pohon yang sudah keluar dari hutan tentulah lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah dibelah menjadi kayu batangan. Nilai kayu batangan pun tentu akan lebih rendah bila dibandingkan dengan sebuah kursi yang dibentuk dari batangan kayu tersebut. Dan nilai kayursi tersebut tentu lebih rendah dibandingkan kursi yang telah diukir sedemikian rupa dengan menghilangkan bagian-bagian kayu yang tidak diperlukan. Dan kursi ukir yang masih berada di pabrik tentu lebih rendah nilainya bila dibandingkan ketika kursi tersebut dibawa ke etalase toko yang mewah.

HARI KE-3

- Kesuksesan adalah 1% ide dan 99%keringat.
- Anda dilahirkan ke dunia untuk melakukan sesuatu dan bukan untuk mengerjakan semuanya.
- Pecahkan rekor pribadi anda pada potensi terbaik anda.Itulah kuncinya.
- Orang besar tahu bahwa ketika seorang belajar menggoreng tempe dan gosong, maka yang gosong adalah tempenya, bukan yang menggorengnya.
- Kegagalan yang pernah anda rasakan adalah merupakan pendewasaan kehidupan anda secara cepat

HARI KE-4

- Anda mungkin tidak mampu mengubah dunia yang anda lihat di sekitar anda. Tetapi anda pasti mampu mengubah cara anda melihat dunia yang ada dari dalam diri anda.
- Simaklah kisah cangkir :

"Terima kasih atas perhatiannya. Ketahuilah bahwa sebelum aku menjadi cangkir yang cantik, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku dengan keras ke sebuah roda berputar."

"Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.Hentikan ! Hentikan !" Aku berteriak, tapi orang itu berkata,"belum". Ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang."Hentikan ! Hentikan" teriakku lagi. Orang ini masih meninjuku dan tidak menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi, ia memasukkan aku kedalam tungku."Panas ! Panas!" teriakku dengan keras. " hentikan ! Cukup " teriakku lagi.Lagi-lagi, orang ini berkata,"belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian dan membiarkanku dingin. Aku kira selesai sudah penderitaanku. Ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku, bau cat amat memualkan. "Hentikan ! Hentikan !" aku kembali berteriak. Wanita itu berkata,"belum!" ia memberikan aku kepada seorang pria yang kemudian memasukkan aku kedalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya."Tolong ! Hentikan penyiksaan ini!" Teriakku kuat-kuat sambil menangis, tapi orang ini tidak memperdulikanku. Setelah puas membakarku, dia membiarkan aku dingin kembali.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita mengelap dan mengangkatku kedekat sebuah cermin. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali, aku hampir tak percaya karena didepanku ada sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaanku seakan lenyap seketika tatkala melihat keadaan diriku. Aku baru tahu, ternyata perlakuan yang kurasakan begitu menyakitkan, telah membantuku menjadi sebuah cangkir cantik.

HARI KE-5

- Jika anda berfikir anda dikalahkan, anda dikalahkan. Jika anda berfikir anda tidak takut, anda tidak takut. Jika anda ingin menang tetapi anda berfikir tidak dapat menang, hampir pasti anda tidak akan menang.
- Orang luar biasa akan melihat disetiap masalah pasti ada peluang untuk maju, berkembang dan naik kelas. Bagi orang-orang biasa akan memandang setiap peluang sebagai masalah baru yang harus dihindari karena akan mendatangkan resiko dan masalah baru. Namun bagi orang-orang luar biasa akan melihat disetiap masalah pasti ada peluang untuk maju, berkembang dan naik kelas
- Orang sukses lebih banyak gagalnya daripada orang gagal

Semoga saia bisa lebih bisa menentukan masa depan setelah termotivasi dari buku ini :D

*Pak Aris Ahmad Jaya dulu pernah ngisi AMT di MIPA dan aku pernah SMSan sm beliau... :D

Credit: Kadenza dan MujahidCool

Penawar Dosa

Sakit sakit sakit....

enak juga ya sakit, karena bisa ngurangin dosa :)
juga kita diingatkan bahwa ruh dan jasad ini sepenuhnya milik Allah SWT
meskipun sakit yang kemaren itu ga seberapa parah, tapi cukup membuat diri ini sadar bahwa kita lemah banget di hadapan Allah.
bahwa, tanpa bantuan orang lain, ga mungkin kita bisa bertahan....

Orang yang sedang ditimpa penyakit tidak perlu dicekam rasa takut selama ia mentauhidkan Allah dan menjaga shalatnya. Bahkan, meskipun di masa sehatnya ia banyak berkubang dalam dosa dan maksiat, karena Allah itu Maha Penerima taubat sebelum ruh seorang hamba sampai di kerongkongan. Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkan-nya, di antaranya adalah:

1. Mendidik dan menyucikan jiwa dari keburukan.

Allah Ta'ala berfirman, artinya, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)

Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Imam al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”

Dalam hadits lain beliau bersabda: “Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit.”

2. Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat.

Itu merupakan balasan dari sakit yang diderita sewaktu di dunia, sebab kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR .Ibnu Abi ad Dunya dengan sanad hasan). At Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir secara marfu’, ”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dicabik-cabik ketika di dunia karena iri melihat pahala orang-orang yang tertimpa cobaan.”

3. Allah dekat dengan orang sakit.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman: ”Wahai manusia, si fulan hamba-Ku sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

4. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba.

Sebagaimana dituturkan, bahwa kalau seandainya tidak ada ujian maka tidak akan tampak keutamaan sabar. Apabila ada kesabaran maka akan muncul segala macam kebaikan yang menyertainya, namun jika tidak ada kesabaran maka akan lenyap pula kebaikan itu.

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”

Apabila seorang hamba bersabar dan imannya tetap tegar maka akan ditulis namanya dalam daftar orang-orang yang sabar. Apabila kesabaran itu memunculkan sikap ridha maka ia akan ditulis dalam daftar orang-orang yang ridha. Dan jikalau memunculkan pujian dan syukur kepada Allah maka dia akan ditulis namanya bersama-sama orang yang bersyukur. Jika Allah mengaruniai sikap sabar dan syukur kepada seorang hamba maka setiap ketetapan Allah yang berlaku padanya akan menjadi baik semuanya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga).”

5. Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah.

Wahab bin Munabbih berkata, “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu.” Dalam surat Fushilat ayat 51 Allah berfirman, artinya, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo’a.”

Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal dan ikhlas dalam memohon. Dengan kembali kepada Allah (inabah) seorang hamba akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya penyakit yang diderita. Apabila seseorang ditimpa musibah baik berupa kefakiran, penyakit dan lainnya maka hendaknya hanya berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagiamana dilakukan oleh Nabi Ayyub 'Alaihis Salam yang berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya, ”(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)

6. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya.

Di antara ibadah yang muncul adalah ibadah hati berupa khasyyah (rasa takut) kepada Allah. Berapa banyak musibah yang menyebabkan seorang hamba menjadi istiqamah dalam agamanya, berlari mendekat kepada Allah menjauhkan diri dari kesesatan. Amat banyak hamba yang setelah di timpa sakit ia mau memulai bertanya persoalan agamanya, mulai mengerjakan shalat dan berbuat kebaikan, yang kesemua itu tak pernah ia lakukan sebelum menderita sakit. Maka sakit yang dapat memunculkan ketaatan-ketaatan pada hakekatnya merupakan kenikmatan baginya.

7. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala.

Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap,dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya. Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?

8. Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah.

Harapan atau raja’ merupakan ibadah yang sangat utama, karena menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi pada penderita sakit yang telah sekian lama berobat kesana kemari namun tak kunjung sembuh. Maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: “Ya Allah tak ada lagi harapan untuk sembuhnya penyakit ini kecuali hanya kepada-Mu.” Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dan ibadah raja’ ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

9. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah n bersabda, ”Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

10. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit.

Meskipun ia tidak lagi dapat melakukannya atau dapat melakukan namun tidak dengan sem-purna. Hal ini dikarenakan seandainya ia tidak terhalang sakit tentu ia akan tetap melakukan kebajikan tersebut, maka sakinya tidaklah menghalangi pahala meskipun menghalanginya untuk melakukan amalan. Hal ini akan terus berlanjut selagi dia (orang yang sakit) masih dalam niat atau janji untuk terus melakukan kebaikan tersebut. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintah-kan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hambaKu siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.”

11. Sakit dapat menghantarkan ke manzilah (kedudukan) tertentu di Surga.

Terkadang seorang hamba memiliki manzilah di Surga, akan tetapi amalnya tidak dapat mengantarkannya ke sana maka Allah menimpakan kepadanya berbagai ujian secara bertubi-tubi sehingga sampailah ia kepada manzilah tadi, sebagaimana dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Hibban dari Abu Hurairah.

12. Dengan sakit akan diketahui besarnya makna sehat.


Jika seseorang selalu dalam keadaan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh. Maka ketika seorang hamba sakit, ia ingin agar bisa segera pulih sebagaimana kondisi semula ketika sehat, sebab setelah sakit itulah ia akan tahu apa artinya sehat.

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang sakit maka tentu masih ada orang lain yang lebih parah, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat sakit yang diderita dengan nikmat yang telah diterima dan dengan memikirkan faedah dan manfaat dari sakitnya. Dalam urusan agama seseorang harus memandang yang diatasnya agar tidak merasa bahwa dirinyalah orang yang terbaik, sedang dalam urusan dunia ia harus memandang orang yang ada di bawahnya agar menimbulkan rasa syukur dan melahirkan pujian kepada Allah.

13. Bagi seorang hamba (muslim) sakit merupakan rahmat bukan siksa.

Firman Allah, artinya. “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Menge-tahui.” (QS. an Nisaa:147)

Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengenal Allah dan hikmahNya, meskipun demikian Allah tetap menyayanginya karena itu semua disebabkan ketidak tahuan, kelemahan dan kekurangannya.

(Dari nasyrah Darul Wathan, Min fawaidil maradh. Subakir Ahmad)
Dari Buletin Al-Sofwah

Qonaah itu dari Hati


Masih inget bintang yang menyapaku?
Yah,  dia menyapaku lewat desiran angin malam yang menggetarkan. Aku terkagumi oleh bayangannya yang belum nyata di hadapanku....

Dan Allah menakdirkan kami bertemu. Namun aku malu dan tak berani menatap matanya. Sebelumnya aku sudah mengetahui siapa dirinya. 

Walau samar, tetapi hatiku mantap memilikinya karena meski dengan informasi yang terbatas aku sudah cukup qonaah terhadap bintangku ini. (blush) (blush)
Entah jalannya seperti apa nanti, tapi aku yakin Allah akan menunjukkan jalan terbaik yang Dia ridhai. Don't know much but i know i love you....





===========================================================================================

Baca yang bener neh teorinya :))

>> Pengertian Qana’ah

Qana’ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan. Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang Qana’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Nabi Muhammad SAW Bersabda :
"Abdullah bin Amru r.a. berkata : Bersabda Rasulullah SAW, sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. (H.R.Muslim)
orang yang memiliki sifat Qana’ah, memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT :
" Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya". (Hud : 6)
>> Qana’ah dalam kehidupan

Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan. Qana’ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya.

Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah, namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan, sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :
Dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi SAW : "Bukanlah kekayaan itu banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati". (H.R.Bukhari dan Muslim)
karena hatinya senantiasa merasa berkecukupan, maka orang yang mempunyai sifat Qana’ah, terhindar dari sifat loba dan tamak, yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena merasa masih kurang pusa dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.
Disamping itu Qana’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah.

Berkenaan dengan Qana’ah ini, Nabi Muhammad SAW telah memberikan nasehat kepada Hakim bin Hizam sebagaimana terungkap dalam riwayat berikut ini :
"Dari Hakim bin Hizam r.a. Ia berkata : saya pernah meminta kepada Rasulullah SAW dan beliaupun memberi kepadaku. Lalu saya meminta lagi kepadanya, dan beliaupun tetap memberi. Kemudian beliau bersabda : "Hai Hakim ! harta ini memang indah dan manis, maka siapa yang mengambilnya dengan hati yang lapang, pasti berkat baginya, sebaliknya siapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus pasti tidak berkat baginya. Bagaikan orang makan yang tak kunjung kenyang. Dan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.
Berkata Hakim ; Ya Rosulullah ! Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak akan menerima apapun sepeningal engkau sampai saya meninggal dunia. Kemudian Abu Bakar RA. (sebagai Khalifah) memanggil Hakim untuk memberinya belanja ( dari Baitul Mal) tetapi ia menolaknya dan tidak mau menerima sedikitpun pemberian itu. Kemudian Abu Bakar berkata : Whai kaum muslimin ! saya persaksikan kepada kalian tentang Hakim bahwa saya telah memberikan haknya yang diberikan Allah padanya". (H.R.Bukhari dan Muslim )
Qana’ah itu bersangkut paut dengan sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qana’ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat pemulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati, namun jika sifat Qana’ah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan didunia akan dapat dinikmatinya, dan kebahagiaan di akhirat kelak akan dicapainya. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :
"Qana’ah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap". (H.R.Thabrani)
demikianlah betapa pentingnya sifat Qana’ah dalam hidup, yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketentraman, tidak cepat putus asa, dan bebas dari keserakahan,seta selal berpikir positif dan maju.

Betapa tidak, karena sebenarnya dalam Qana’ah terkandung unsur pokok yang dapat membangun pribadi muslim yang menerima dengan rela apa adanya, memohon tambahan yang pantas kepada Allah serta usahadan ikhtiar, menerima ketentuan Allah dengan sabar, bertawakkal kepada Allah, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia.

Rela menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya, merupakan sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadaan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta. Namun meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya dapat menekan sifat tamak dan membimbingnya menuju sikap zuhud dan qana’ah.

Menurut Prof.DR. Hamka dalam Tasawuf Modern, qana`ah mengandung lima perkara, yaitu:
Pertama, menerima dengan rela akan apa yang ada. Hati yang rela kepada Allah atas segala keadaan akan menimbulkan kesenangan dan kegembiraan, merupakan jalan menuju hidup bahagia. Begitu pula sebaliknya, hati yang benci memandang semua yang baik menjadi tidak baik bahkan yang baik sekalipun masih dianggap kurang baik. Yang telah cukup masih belum cukup. Hidup dengan keluhan, penyesalan dan senantiasa kurang puas. Hanya iman dan sikap ridalah yang mampu membentengi penglihatan kita dalam memandang segala sesuatu, sehingga kelihatan indah, cantik dan menentramkan hati.
Kedua, memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas dan berusaha. Firman Allah dalam s.al-Baqarah ayat 186. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
Karena Allah dekat dengan hamba-hamba-NYA yang beriman dan beramal shalih kita dipersilakan untuk memohon dengan ikhlas setelah kita berusaha dengan menyempurnakan ikhtiar. Dalam s.al-Mu`min ayat 60, Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.
Ketiga, Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah. Sebagaimana firman Allah Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Orang beriman mengetahui bahwa cobaan yang diterimanya bukanlah suatu pukulan yang datang tiba-tiba atau datang menyerang dengan membuta tuli, melainkan sesuatu dengan qadar yang telah dikenal, ketentuan yang pernah berlaku, kebijaksanaan dan keputusan dari Tuhan.
Keempat, Bertawakal kepada Allah. Tawakal bukan berarti menyerah semata-mata, tinggal diam dan tidak bekerja. Saidina Umar yang berbunyi; “langit tidak pernah menurunkan hujan emas atau perak”, cukup untuk memberikan pengertian tentang arti tawakal dan menyerahkan diri kepada Allah.
Tawakal bukanlah meninggalkan sebab-sebab yang diadakan oleh Allah, bukan pula menyerah dan mengharapkan supaya Allah mengadakan sesuatu di luar keadaan yang biasa, menanti–nanti hujan emas atau perak turun dari langit atau menunggu dari bumi keluar nasi atau roti tanpa ada kerja dan usaha, tanpa mempergunakan pikiran.

Arti tawakal ialah bekerja dan mengusahakan sebab-sebab yang biasa, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Benih disemai dan ditanam, sedang memberi buahnya diharapkan kepada Allah. Kita mengerjakan mana yang biasa dan dalam batas kesanggupan manusia, selebihnya kita serahkan kepada Allah. 

Tatkala di masa Rasulullah saw. datanglah seorang Arab dusun kepada Beliau, lalu ditinggalkannya untanya dekat pintu mesjid, lepas tak bertali. Dengan begitu dia menyerahkan kepada Allah untuk memeliharanya, Nabi saw. Bersabda, yang sampai sekarang tetap menjadi perkataan yang bersayap, “I`qilha wa tawakkal” (ikatlah untamu dan bertawakallah).

Kelima, Tidak tertarik oleh tipu daya dunia. Rasulullah Saw. telah bersabda: “Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta, kekayaan ialah kekayaan jiwa”. Maksudnya jiwa dan raga merasa cukup dengan apa yang ada, tidak loba dan cemburu, bukan orang yang meminta lebih terus-terusan. Karena kalau masih meminta tambah, bertanda masih miskin.
Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. bersabda: “alqana`atu maalun laa yanfadu wa kanzun laa yafnaa”. Artinya: Qana`ah itu adalah harta yang tak akan hilang dan pura (simpanan) yang tidak akan pernah lenyap. (Hadis dirawikan oleh Thabrani dari Jabir).
Tentunya maksud qana`ah dalam Hadis tersebut ialah qana`ah hati bukan qana`ah ikhtiar. Karena kita diperintahkan untuk bekerja dan berusaha semaksimal mungkin seakan-akan kita hidup selamanya. Dibalik itu semua, kita diminta untuk menenangkan hati dan meyakini bahwa dalam bekerja terdapat untung dan rugi, tidak terbentur jika harapan tidak tercapai..
Sebagaimana firman Allah dalam S. At Taubah:105 “Dan katakanlah: “Beramallah kamu, Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang mu`min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha mengetahui akan yang ghaib dan nyata…”.
Rasulullah Saw. bersabda “I`mal lidunyaaka ka annaka ta`isyu abadan wa`mal liakhirataka ka annaka tamuutu ghaddan”, artinya bekerjalah untuk kehidupan duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk kehidupan akhiratmu seakan-akan kamu meninggal esok hari.

Dengan qana`ah kita dapat menghadapi kehidupan dengan kesungguhan yang energik dalam mencari rezki. Tidaklah terdapat rasa takut dan gentar, ragu-ragu dan syak bagi orang yang memiliki sifat qana`ah. Dengan berteguh hati dan fikiran terbuka, ia bertawakal kepada Allah Swt. Mengharapkan pertolongan-Nya, serta tidak merasa jengkel dan kecewa jika terdapat maksud yang belum berhasil.

Sikap qana`ah merupakan obat mujarab dalam menghindari segala keraguan dalam hidup, selain itu berikhtiar dan percaya kepada takdir. Hingga keadaan bagaimanapun yang datang kita tidak syak dan ragu.

Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Ayyub as. yang hidup dalam limpahan kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar, hidup rukun damai dan sejahtera. Namun Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya ia tetap memohon ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cobaan dan ujian dari Allah.

Walaupun cobaan dan musibah datang memusnahkan harta kekayaannya, mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara. Dimulai dengan hewan-hewan ternaknya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak menjadi kering dan rumahnya yang terbakar habis dimakan api, sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya tiba-tiba menjadi seorang miskin papa tidak memiliki sesuatu apapun selain hatinya yang penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.

Maha suci Allah yang telah membalas kesabaran dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesehatan badannya dan kekuatan fisiknya seperti keadaan semula, bahkan dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan berlipat ganda.

Kepadanya juga dikurniakan lagi putera-putera sebanyak yang telah hilang dan mati dalam musibah yang telah dialaminya. Demikianlah rahmat Tuhan dan kurnia-Nya kepada Nabi Ayyub yang telah berhasil melalui ujian yang berat dengan penuh sabar, tawakkal dan beriman kepada Allah. Kisah Nabi Ayyub dapat kita baca dalam Al-Quran surah Shaad ayat 41-44 dan surah Al-Anbiaa’ ayat 83 dan 84.

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam adalah manusia yang paling qana’ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah Swt. agar diberikan qana’ah, beliau berdoa:
“Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim, beliau menshahihkannya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi).

Credit: on Cyber dan syadiashare

Monday, November 22, 2010

Ibuku Perawat Terbaikku

Hari ini aku hadir kembali setelah sepekan Hibernasi....
Awalnya karena telat makan siang eh ga makan siang malahan, udah gitu sampe rumah makan malem tapi ga selera.. karena ngantuuuuk,,, jadi tidur cepat deh..

Hanya saja koq ga bisa tidur padahal lelah banget,, kepala jadi pusing, trus sampe jam 12an mual mual, perut terasa bergejolak... aku ga tahan,, akhirnya buang air kecil ke kamar mandi dan.... huekkss,, muntah!!! aku muntahin makanan yang tadi.... kaya mabuk darat gtu loh... abis itu diare... >_<

Ternyata sakit yg dua hari aku cuti kerja pekan lalunya itu belum selesai... terlalu cepat wara wiri padahal belum sembuh benar...
Paginya aku kira dah baikan, tapi aku jalan sempoyongan dan hampir pingsan... akhirnya aku izin ga kerja hari itu... karena manggil bidan yg pekan lalu meriksa ga dateng2, akhirnya saia dibawa ke dokter... sampe sana ditanya2 dan disimpulkan bahwa lambungnya luka, jadi paru2nya ketika mengembang neken lambung yg luka tsb jadi susah/berat deh napasnya....

Karena ga mungkin langsung beraktivitas juga, akhirnya aku ambil cuti sekalian dr selasa sampe jumat :D
Disambung hari sabtu ahad kan emang aku libur :D

Dan selama aku sakit, ibuku begitu sabar nemenin aku yg bedrest Y__Y terharuuuu... berhubung ga boleh makan nasi yg masih berbentuk *hmmmm,,, ya jadi masak nasinya harus agak lembek gtuu.. krn lambungnya ga bisa nerima makanan yg kasar2 dan juga yg mengandung gas...

Doumo arigatou okaasan...

Friday, November 12, 2010

Inkonsequenz

Inkonsequenz dalam bahasa Indonesia artinya inkonsistensi. Dalam hal ini gw mau bahas mengenai ketidaksinambungan dalam beribadah,, mungkin basa gawulnya lebih dikenal dengan futur...

Hikmah adalah barang hilang seorang mukmin, barang siapa yang berhasil menemukannya maka ia yang paling berhak mendapatkannya... Intinya dalam setiap kejadian ada hikmahnya dan Allah pasti sedang menguji kita di part of it.

Kalo kita sadar bahwa Allah pasti hanya menguji kita sesuai kemampuan kita,, maka seharusnya kita mampu menempuh ujiannya...

Kuncinya adalah sabar dan do'a *sok bijak euuy*

hoaaahm, mo cerita apa sih gw sebenernya???

Ah pasti pada tahu kan, kalo syetan penggoda itu akan melakukan "godaan" *halah basanya*  sesuai dengan target yg akan digodanya *makin ga beres bahasanya*
Kalo ketahuan menti2 gw bisa brabe nih, scara anak bahasa Indonesia Y__Y tuh kan dah ada yg baca,, katanya "ada yg salah kak" hahaha

Nah..nah,, kalo dah pada tahu... gw cuma mo sedikit cerita soal peningkatan keimanan itu ky gimana.... *sok tahu lagi*
Yaaa, ngerasa aja sih terombang ambingnya ruhiyah kita... kayanya syetan tuh lagi mengendus-endus, weleh.. meng.. apa sih? me... menghembuskan ya? ya itulah pokonya,, iyah.. jadi kyanya dibisikin untuk terlena dengan waktu dan merasa tak berdaya dengan waktu yg sudah lewat... padahal tadinya mau melakukan ibadah yang satu itu.. *ibadah sunnah koq*

Ketika sedang mencoba meningkatkan jumlah bacaan alma'tsurat kubro minimal 1x per hari misalnya... hayyah, ada aja gangguannya, udah siap sampe setengahnya tinggal nerusin di kantor yang trikul dan seterusnya, eh malah lalai, sampe udah jam 11an ajah... hokkksss.. bete banget!!

Itu contoh doang,, yg pasti setiap amal tergantung niatnya.. musti lebih introspeksi mungkin yah... realistis aja ama keadaan, maksudnya fair gtu kalo kita niatnya blom lurus.. astaghfirullah. Moga Allah memudahkan langkah kita untuk lebih dekat denganNya...Amiiiin


Yang bisa dikerjakan hari ini jangan menanti esok hari...kyo dekirukoto ashita yaruna... :)


Daremo Shiranai

Daremo Shiranai means Nobody Knows

Itu emang judul pilem,,, tapi bukan mo bahas pilem koq di sini...
Aku mo bahas soal jodoh hahahahha,, pembaca gw yg jomblo khususnya pasti seneng :p

Cuma mo curcol kalo yg namanya jodoh itu ga ada yg tahuuuuuuu kapan datengnya,,,,, kalo kita beriman, patokan kita adalah dengan kedekatan kita sama Allah, Dia juga akan jawab koq... 
Sing penting SABAR en TAWAKKAL... ehem agak terdewasakan oleh prosesi kehidupan yang makin berdinamika nih hehehe..
Gara2 ini pasti banyak yang mo curhat soal jodoh nih,, saia aja blom genap diennya... haduuuuuhh... Y__Y

Kebanyakan diri kita menuntut lebih kali ya,, padahal cuma butuh tak lebih dari pasangan yg shalih dan mencintai yang kita cintai, yaitu Allah dan RasulNya... Soal cakep atau engganya yaaa.... nasib, hohohoo... relatif kaleeee... 

Cakep fisik kalo ga cakep akhlak apa yang mo dibanggain.... ada juga nyesel dunia akhirat,,, fyuhhh, lagipula,,, sebenarnya kita mo nikah di dunia aja atau mo bawa dia ke akhirat 'yang sama' dengan kita??? hoooiii.... sekali lagi, bercermin dulu kitanya yaaah teman...
Masih ada ga maksiat yg nempel di tubuh kita, kalo masih ada, segera minta Allah hapuskan, hilangkan dan hindarkan dari melakukannya lagi...

Munajat... munajat... munajat tiada hentiiii............. sahalallah,, semoga dimudahkan ya ^__^

Monday, October 4, 2010

Corby yang Hilang, Datang dan Kembali ♫

HP saia ketemuuuuuuu...

panjang sekali ceritanya, stengah bulan baru dibalikin

padahal udah diikhlasin, en u know kan eike mo ganti hp yg mana

*ampe ngirit2 2 minggu....

alhamdulillah masih rezeki (^_^ ;)

~~~




Jadi ceritanya begini kawanz,,,
Pas lebaran 1431 H kemaren aku keliling kampung pasca sholat ied di balai desa... Babaeh ga tahu kemana pas sungkeman di rumah, dia blom pulang, tadi sih aku liat dia bareng temennya menuju ke arah berlawanan rumah... tapi aku ga tahu kawannya itu siapa, sepertinya anak buahnya dulu.

Agak lama baru babeh muncul, setelah itu baru kami keliling kampung dengan jalan kaki, maklum rumah2 sodara di sini berdekatan, cuma dibedain sama blok-blok ajah...

Tapi babeh katanya tar nyusul aja langsung ke rumah Abah. Kebetulan abahku, alias keponakan Nenekku~ *puyeng deh* itu jadi Lurah tahun ini :D

Tapi, bukannya siang ini Jumatan ya, palingan keburu waktu jumatan kita sampenya... hah, ya uds lah.

Akhirnya kita (aku, ibu, adek, dan sodara2 yg datang duluan ke rumah (keponakan nenek)) beranjak menuju rumah sodara2...

Kami melewati masjid di balai desa, lalu berbelok ke blok arah rumah nenekku yg lain (nenek dr babeh)...
Sebelumnya aku motret sepupuku Desi dan Agus,,, di pintu samping pagar masjid,, setelah itu hpku kumasukan ke dalam tas2an mukena yg warna merah, di dalamnya juga ada hp adeku dan dompet ibu. Karena aku pikir nanti juga akan dikeluarkan lagi, maka tas itu ga aku iket kenceng2..

Sebelum ke rumah nenek, kita mampir ke rumah sodara yg lain, tapi cuma di halaman rumahnya doang, sekalian kita salamin tuh tamu2nya yg lagi pamitan, soalnya da supir yg siap2 udah mau cabut gtu.

Cuma sebentar sih di sana, trus langsung berpencar,, keponakan2 nenek ke rumah sodaranya yg lain sedangkan aku, ibu dan adek langsung ke rumah nenek...

Pas di rumah nenek itu ada "tamu lain" yaitu sodara deketnya yg rumahnya tadi aku mampirin sebelum kesini... *susah dah*
Selain itu, keponakan nenek ada juga yg mampir, yaitu ibu bapaknya Desi dan Agus. Karena rame di dalam, aku adeku dan keponakan nenek keluar,,, ngobrol2, trus baru deh "tamu lain" itu datang, mo 'lebaran' sama nenekku.

Pas 'tamu lain' dan cewenya udah pergi dan agak jauh, aku mo motret nenekku... tp,,,, loh...lohh.. koq corbyku ga ada.... wew,, coba Mur miskol,, nyambung,,, tp ga diangkat dan di ruangan itu ga ada bunyi Hp...

Aku miskol kedua kalinya udah dimatiin hpnya~ hix, gimana nih,, mana blom ucapin met lebaran ama temen2,  pulsa masih sekitar 80rb, mikirin langganan EshuCell juga... wew,, knapa seh...! aku sempat ngdumel: tega banget seh!

Akhirnya, timbul deh kecurigaan2 dan alibi2... heuuhhh!!

Aku minta ibu dan adeku menelusuri ke rumah sodara yg dimampiri sebelum ke rumah nenek. Bertanya di sanapun ibuku hati2, karena takut nadanya nuduh... tapi hasilnya juga nihil...

Ibunya Desi mencurigai "tamu lain" yng mampir ke rumah nenek tadi. Tapi ibuku yakin kalo jarak dia dengan tasku agak jauh, jd terpantau kalopun ada gerakan2 mencurigakan...

Tanpa hasil, akhirnya terpaksa kami beranjak saja dari sana menuju rumah ibunya Desi alias rumah kakaknya kakek. *puyeng deh silsilahnya*

Di sana dibahas kembali soal awal mula kehilangan... dirunut ke belakang, sepupuku memang melihat aku memasukkan hp ke tas merah itu... jadi ga mungkin jatoh di area masjid..

Hanya saja rasa penasaran ibunya Desi, membuatku jadi ikut penasaran,, soalnya di kampung, si "tamu lain" itu terkenal klepto juga... Abah aja pernah mergokin, plis deh Lurah aja mo dicuri uangnya.. Tp baiknya si Abah, dia ga dilaporin.. Tp namanya juga rumor, dan ada buktinya.. maka bisa iya dia bisa bukan.. intinya aku nangkepnya ni orang emang udah one common enemy...

Aku dan keluargaku sama sekali ga menuduh dia, coz ga ada buktinya... tapi sodara2 yg lain bilang coba tanya si "ini" untuk mata2i lah istilahnya,,, apakah si "itu" punya hp baru,,, ciri2nya begini begitu... secara corbyku ngjreng gtuloh... en yakin gw di kampung ga banyak yg make Samsung.

Si "ini" yang masih sodara si "itu" memaklumi kalo orang2 pada curiga ke dia. Ibuku mewanti2 jangan sampe orangtuanya tahu kita minta tolong ke dia, bisa berabe... secara ibunya di "ini" temen sejawat ma nyokap.

Bayangin aja,, masih harus keliling,,, dengan perasaan tak menentu *cailah*
Sampe di rumah Abah aja,, dah pada tahu berita hpku ilang... whahahahaha,, keren!

itu tanggal 10 September,,, wew
alhamdulillah bisa kasih kabar temen2 via dunia maya en pake no hp ibuku dulu sementara.

Masalahnya dah bete di kampung, masih harus tinggal di sana seminggu lagi... mo hubungi XL Center minta ganti kartu ga mungkiiin, jauuuuuuhhh, di Brebes kota... yo weslah sabar wae

bete bete bete aaahhh....

Akhirnya Jumat, 17 Sept kita balik ke Jakarta lewat tol Bakrie yg ajlug ajlugan ituh qiqiqiqiqi...

Sampelah di rumah sekitar ashar werrrrr~~

Besoknya pan aye harusnya masuk les yah... tp maleeeesss... lgpula pas juga lagi milad... udahlah mending ngurus kartu SIM, skalian ganti karet gigi, trus makan2 ama Meera, Diani en Icha :D &abis si Rani hpnya ga bisa dihubungi* wkwkwkwk

Selama 2 pekan itu merencanakan mo beli hp lagi,,, dengan budget yg sgt tipis tp pengen yg selangit hahahahahah, pengennya yg lebih dr corby,, *wah corbyku bisa marah nih kalo di 2kan*

Akhirnya kepincut sama Samsung Star WiFi...(dah ikhlas banget deh corby ilang) yah ga mahal2 amat,,, *hix, berhubung Samsung Galaxy masih mahal... yg ini dulu deh*

Tapi 2 pekan berlalu duit juga ga kekumpul2.... hayyah,,,
Pas adenya ibu baru dateng dari kampung,,, aku dikagetin sama babeh, Ndah, bapak beliin corby lagi tuh! sama persis... tp koq aku ga percaya ya hahahahhaha,, babeh mah keliatan kalo lg becanda...

Akhirnya diceritain kalo hpku ada yg nemuin... wew,,, nemuin!!!! emangnya aku tinggalin atau jatuhin? wong hpku itu diCURI!!!!!

Aneh deh,,, katanya yg nemuin sodaranya si "ini" yg kemudian ngasitahu ke dia, kalo hp yg ditemuin itu cirinya spt yg diceritain... tp kalo nemuin koq di samping masjid... jelas2 aku tuh justru masukin hpku ke tas di daerah sana, ada saksinya, sepupuku tadi.

Katanya lagi, ditemukan dalam keadaan telungkup, lah lah.. kalo emang hpku aku jatohin, pasti ada cidera di sana sini soalnya jalanannya blom di aspal, masih batu2an kali gtu... eh ini hp masih mulus gtu

Yg ilang cuma kartunya, no hp di phonebook dan foto2 di kampung, sementara folder2 SMS masih ada, memory card masih ada, isi memory card masih lengkap... bahkan settingan wallpaper yg wallpaper random aja masih sama...

Masih misteri~~

but anyway,

Corbyku yang Hilang, Datang dan Kembali ♫ *Vidi mode: ON*

Thursday, September 9, 2010

Itikaf~~





Itikaf dari masjid ke masjid = menyenangkan :D

Dua hal yang harus diketahui sebelum melakukannya, yaitu:


Apa itu i’tikaf
I’tikaf, secara bahasa, berarti tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jadi, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Beri’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah saw. sangat menganjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Inilah waktu yang baik bagi kita untuk bermuhasabah dan taqarub secara penuh kepada Allah swt. guna mengingat kembali tujuan diciptakannya kita sebagai manusia. “Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu,” begitu firman Allah di QS. Az-Zariyat (51): 56.

Apa sih urgensinya i’tikaf?
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, “Adalah Rasulullah saw. beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah saw. beri’tikaf selama 20 hari. Para sahabat, bahkan istri-istri Rasulullah saw., selalu melaksanakan ibadah ini. Sehingga Imam Ahmad berkata, “Sepengetahuan saya tak seorang ulama pun mengatakan i’tikaf bukan sunnah.”

“I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah,” begitu kata Ibnu Qayyim.

Itulah urgensi i’tikaf. Ruh kita memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati kita butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan bertaqarub kepada Allah saw. Kita perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah saw., bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan iltizam dengan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari-hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.
sisanya baca di sini.


Nah aku cuma mau cerita flashtrack mengenai pengalaman itikaf bersama teman2ku ajah:

Malam 21 dan 23 di masjid al Furqon (bener ga ya nama masjidnya) di walikota Depok

bersama 2 mentiku indah dan denty serta murni isshiki, redish blur & meilisha pertiwi


masjid ini aku yang rekomendasikan ke mereka, berdasarkan pengalaman 2 tahun sebelumnya.

karena berdasarkan pengalaman di sana enak2 aja dan ada panitianya, ternyata tahun ini berbeda... ga ada panitianya, wew... 

malam 21 sih makmur2 aja karena murni bawa makanan sahur dari rumah,,, nah 2 mentiku ternyata belum ada persiapan karena persepsi kita juga kirain ada panitianya,, ups ternyata... akhirnya ada inisiatif untuk pesan delivery HokBen dah :D

Oh, kajianpun tak ada,,, mana sholat tarawehnya cuepet banget lagih... yo wes kita juga ibadahnya sendiri2..

ah daripada ga ada kesan sama sekali,, abis shubuh aku ajak rombonganku al ma'tsuratan,,,
malem 23nya gitu lagi... maka aku memutuskan untuk ganti suasana,, tp aku ga mau di masjid besar,, firasatku ga enak...

Dari malam 25 sampai malam 27 (2 hr 3 mlm) di Masjid orang2 yang berbakti al Abraar Jatiwaringin, Bekasi

Tadinya sendirian, tp hari H ceting ama Rani, dia bilang mau nemenin :D *agak maksa seh*
Dah tuh saia brangkat dr kantor di LA jam setengah 5 janjian di flyover cawang arah ahmad yani... 

wahhhh,, bensin abis di tengah jalan, padahal spbu tinggal beberapa ratus meter lagi...

alhamdulillah nasruminallah, meski harus nitip motor di bengkel dan jalan kaki ke spbu buat beli bensin *yg pertamax pula adanya* tapi aku senang karena Allah mengujiku, di situlah aku sadar bahwa aku ga boleh mengeluh... apapun yg terjadi..

ujiannya tak berhenti di situ,, setelah itu kena macet di pasar minggu, lalu di kalibata... sebab sedang dibangun flyover... hoaaahh kusut banget deh

lalu di flyover cawang tak kudapati seorang Rani.. hix.. padahal dah masuk maghrib, saat itu sudah masuk pukul 18:10 kira2..

lalu ada yg menyapa, ternyata dia mo mudik... lagi nanya2 soal jalan yg mau ditempuh, aku bilang aja klo motor biasanya lewat kalimalang ke bekasi...

sambil nunggu Rani, yang hapenya tak bisa kuhubungi karena rusak,,, oh no.... apakah dia udah duluan dan tak mendapatiku lalu pergi karena sudah maghrib... klo aku nunggu apakah aku  masih bisa sholat maghrib??

dilemma... tapi Allah memberi ketenangan,, aku coba ikhtiar nunggu sampe jam setengah 7 deh...

subhanallah........Rani muncul jugaaaaaaaaaa jiaaaaaaaaaaaaaahhhh

Ok kita brangkat, mampir di masjid lain di Cipinang buat sholat maghrib,,, masih ada waktu 15' untuk sampe ke al abraar, optimis nyampe :D... Tadinya ancang2 mo di al Azhar KaliMalang kalo di al Abraar ga ada itikaf buat akhwat
alhamdulillah sampe pas azan isya..


ihiiy,,, sayangnya Nurrani Ari Subandi hanya bertahan 1 malam saja karena orang tuanya lagi berkunjung di rumah sodaranya di daerah Jatiwaringin juga :)



Malam ke 25 itu materinya mengenai istiqomah atau ukhuwah ya?

Malam ke 26 tentang ikhlas apa itu malam ke 27 yah.. hihi lupa, ga dicatet :D

Malam ke 27 aku kenalan sama Intan dan Sari, anak2 DPRa Jati Kramat...

Sebenarnya buka puasa malam 26 aku dah ga punya nasi, tapi bawa pop mie sie..,,,, sayangnya aku ga berani minta tolong panitia buat nitip sahur,,, untungnya bawa pop mie dua........ heuheu... mie lagi T___T

Maka aku yakin bahwa insyaAllah Dia akan ngasih aku rezeki dari arah yg tak disangka-sangka... alhamdulillah, Intan bawa nasi 2 bungkus, sebungkusnya itu bisa aku paroin 2, jadi sisanya bisa buat dia sahur........ (lagipula aku keknya ga puasa hr ke 27, coz mo safar)

Lalu aku pikir, ya.. berarti sekarang harus berani buat minta tolong panitia itikaf nitip nasi buat sahur..... tapi ternyata Intan batal setelah Isya, dia pulang dan nitipin sahurnya buat aku ke Sari... hihi, subhannallah,,, alhamdulllah aku tdk jadi melapar...

Satu lagi doaku yang blm terwujud hingga aku selesai tarawih,,, akhirnya aku keluar ruang itikaf dan duduk di tangga menghadap langit... berjuang keras untuk meluruskan niat... dan subhannallah,,, aku melihat anugerah terindah malam itu.. walau hanya sekilas, tp alhamdulillah :) 



Keyakinanku muncul ketika aku baca riwayat pengumpulan al ma'tsurat kubra di mana di dalam rangkaian do'anya terdapat surat ar Rum 17-19:


Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa ketika pagi membaca, subhanallahi hiina... sampai pada... wakadzalika tukhrajuun, maka ia akan menemukan apa-apa yg terlewat pada hari itu. Dan barangsiapa membacanya pada sore hari, maka akan menemukan apa yg terlewatkan pada malam itu."
(HR Abu Dawud)

Dan Allah menepati janjiNya :) 




 







Malam 29 keknya di kamar aja ahahahah,,,

di masjid kampung katanya sih dulu itikaf itu tabu, pas aku sama adeku pernah memulainya...sekarang udah ga tabu lagi :D (kata babeh en mameh siy gtuh)


Semoga apa yang didapat pada waktu Ramadhan terutama pada saat itikaf dapat dilakukan secara istiqomah. Amiiiin.


Semoga Allah azza wa jalla mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan tahun depan. Amiin.


Backtrack: blognya rani

My Design & Pict ~ Collect